Pages

Subscribe:

Wednesday, June 12, 2013

Awas obat diabet ini bisa merusak pankreas

Jakarta, Diabetes dapat dicegah dengan mengontrol berat badan dan mengatur pola makan. Tapi jika sudah terlanjur terkena diabetes, mau tak mau Anda harus mengonsumsi obat-obatan tertentu untuk mengendalikan kadar gula darah. Hanya saja, yang namanya obat pasti ada efek sampingnya.

Seperti halnya obat diabetes yang dikonsumsi ribuan pasien diabetes Inggris ini. Obat yang seringkali disebut sebagai Exenatide dan Liraglutide ini ternyata diketahui dapat menyebabkan munculnya kanker pankreas pada pasien diabetes, padahal sebelumnya kedua obat ini sempat diklaim sebagai revolusi pengobatan diabetes tipe 2 di Inggris.

Obat ini mengandung hormone glucagon-like peptide 1 (GLP-1) versi sintetis yang aslinya dihasilkan oleh usus dan mendorong tubuh untuk melepaskan insulin atau senyawa kimia yang bertugas mengendalikan kadar gula darah. Tak hanya itu, obat ini diketahui dapat menekan selera makan dan membantu pasien menurunkan berat badannya.

Seperti dilansir Daily Mail, Senin (10/6/2013), obat GLP-1 ini pertama kali disetujui pemakaiannya oleh National Health Service (NHS) Inggris pada tahun 2009 dan diberikan dalam 25.000 resep tiap tahunnya. Kendati begitu, belum diketahui dengan pasti berapa banyak pasien yang telah mengonsumsi obat yang dijual dengan merk Byetta dan Victoza.

Namun dari sebuah penyelidikan yang dilakukan oleh British Medical Journal dan Channel 4 Dispatched ditemukan bahwa produsen tampaknya mencoba menyembunyikan efek samping berbahaya ini.

Produsen juga diketahui menutup-nutupi berbagai dokumen yang menyatakan bahwa kedua obat tersebut dapat meningkatkan risiko pankreatitis pasien, yang diketahui menyebabkan 1.000 kasus kematian di Inggris tiap tahunnya.

Selain itu, investigasi ini menemukan adanya riset yang memperlihatkan bahwa sejumlah pasien yang mengonsumsi obat ini diketahui mengidap kanker pankreas. Bahkan dari studi terpisah yang dilakukan University of California, LA ditemukan bahwa obat-obatan ini tak hanya memberi efek samping pada manusia tapi juga menyebabkan tumor yang bisa berujung kanker pada hewan.

Padahal kanker pankreas merupakan salah satu jenis kanker dengan tingkat survival terendah, dengan hanya lima persen pasien yang diketahui bisa hidup hingga lima tahun lamanya pasca diagnosis.

Dr. Deborah Cohen dari BMJ yang terlibat dalam penyelidikan ini mengatakan, "Bukti-bukti individual ini bisa jadi terlihat tak begitu meyakinkan, namun ketika dipertimbangkan kaitannya dengan bukti-bukti lain yang lebih konsisten, maka gambaran yang mengkhawatirkan akan muncul dan menimbulkan pertanyaan-pertanyaan serius terkait keamanan obat ini."

Mengamini pernyataan Dr. Cohen, kepala editor BMJ, Dr. Fiona Godlee menambahkan, "Produsennya juga tak berkenan membagi data mereka kepada kami dan para pasien maupun dokter pun ternyata tak pernah diberi informasi yang memadai tentang ketidakjelasan seputar obat-obatan ini."

Namun produsen tetap bersikeras jika mereka berkomitmen terhadap keamanan pasien dan memantau proses produksi obat-obatan mereka secara ketat.


(sumber detikhealth)

0 comments:

Post a Comment